Ptosis adalah kondisi di mana kelopak mata atas mengalami penurunan, baik itu hanya sedikit atau hingga menutupi sebagian area pupil mata. Sebagian orang mungkin merasa sangat terganggu oleh kondisi ptosis, yaitu kelopak mata yang mengalami penurunan atau kelemahan otot sehingga tampak kendur. Ptosis bisa menjadi suatu tantangan yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari.


Ini juga mempengaruhi tidak hanya aspek fisik namun juga aspek psikologis dan sosial individu yang mengalaminya. Hal ini dapat menciptakan rasa kurang percaya diri atau bahkan menyulitkan dalam berbagai aktivitas sehari-hari, seperti berkomunikasi dengan orang lain atau menjalani rutinitas pekerjaan. Oleh karena itu, penting untuk memahami bahwa ptosis bukan hanya masalah fisik semata, melainkan juga dapat memiliki dampak yang luas pada kualitas hidup seseorang.


Apa itu Ptosis?


Ptosis atau blepharoptosis adalah kondisi di mana kelopak mata atas mengalami penurunan. Terkadang, kelopak mata bawah juga dapat mengalami penurunan seiring bertambahnya usia, disebabkan oleh melemahnya otot yang mengendalikan kelopak mata. Meskipun sering dikaitkan dengan penuaan, ptosis atas dapat mengganggu penglihatan Anda.


Walaupun ptosis sering dianggap mirip dengan mata malas, keduanya merupakan kondisi yang berbeda. Mata malas hanyalah salah satu gejala yang dapat muncul akibat ptosis, dan tidak mencakup seluruh spektrum kondisi tersebut.


Ptosis memiliki potensi menghambat atau mengurangi kemampuan penglihatan, tergantung sejauh mana kelopak mata menutupi pupil. Perlu dicatat bahwa ptosis dapat membaik, baik secara alami maupun melalui intervensi medis.


*Baca Juga: Apa itu Syringoma? Penyebab dan Cara Mengobatinya


Penyebab Ptosis


Secara umum, ptosis kelopak mata dapat disebabkan oleh dua faktor utama, yaitu kelopak mata turun akibat proses alami dan kelopak mata turun yang disebabkan oleh kondisi kesehatan tertentu.


1. Penyebab ptosis kelopak mata secara alami


Ptosis dapat terjadi pada siapapun, tetapi lebih umum terjadi pada lansia karena dapat disebabkan oleh proses penuaan atau usia. Pada umumnya, tendon yang melekat pada otot levator bertanggung jawab untuk mengangkat kelopak mata. Seiring bertambahnya usia, otot tersebut dapat mengalami peregangan, yang menyebabkan kelopak mata menurun.


Meskipun jarang terjadi, bayi juga dapat lahir dengan ptosis. Penyebab ptosis bawaan tidak sepenuhnya diketahui, tetapi utamanya terkait dengan perkembangan yang tidak sempurna dari otot levator, mempengaruhi kemampuan membuka mata.


Anak-anak yang mengalami ptosis mungkin juga berisiko mengembangkan ambliopia atau mata malas. Ptosis dapat memperlambat atau membatasi kemampuan penglihatan pada kondisi ini.


2. Penyebab ptosis akibat kondisi medis


Ptosis kelopak mata bisa menjadi indikasi adanya kondisi medis tertentu, khususnya jika kedua kelopak mata terkena dampaknya. Jika hanya satu kelopak mata yang turun, kemungkinan penyebabnya bisa berhubungan dengan cedera saraf atau bintitan sementara.


LASIK atau operasi katarak terkadang dapat menjadi pemicu ptosis, karena dapat mempengaruhi otot atau tendon. Dalam beberapa kasus, ptosis dapat disebabkan oleh stroke, tumor otak, atau kanker pada saraf atau otot sekitar mata. Gangguan neurologis seperti myasthenia gravis juga dapat menjadi penyebab ptosis.


Beberapa penyakit lain yang dapat menyebabkan ptosis meliputi:


1. Tumor di sekitar atau di belakang mata

2. Diabetes

3. Sindrom Horner

4. Pembengkakan pada kelopak mata, seperti bintitan atau timbilan.


*Baca Juga: Apa itu Rosacea? Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya


Gejala Ptosis


Gejala utama ptosis adalah kendurnya satu atau kedua kelopak mata. Pada beberapa kasus, kondisi ini dapat berdampak pada penglihatan Anda. Meskipun demikian, tidak semua orang merasakan kelopak mata kendur, bahkan beberapa mungkin menganggap kelopak mata mereka baik-baik saja.


Selain itu, mungkin Anda mengalami mata yang sangat kering atau berair, yang dapat membuat wajah terlihat lelah. Mungkin Anda juga akan merasakan nyeri, yang dapat menciptakan kesan kelelahan. Beberapa pasien dengan kasus yang parah bahkan mungkin perlu menengadahkan kepala saat berbicara.


Penting bagi dokter untuk menyelidiki kondisi ini guna memastikan tidak ada penyebab yang mendasarinya, terutama jika Anda mengalami migrain atau masalah lain yang muncul sejak gejala ini dimulai.

Tanda-tanda dan gejala lain mungkin juga muncul, dan jika Anda memiliki kekhawatiran khusus tentang gejala tertentu, segera konsultasikan dengan dokter Anda.


*Baca Juga: Apa itu Gynecomastia? Penyebab dan Cara Mengobatinya


Cara Mengobati Ptosis


Pengobatan untuk ptosis kelopak mata disesuaikan dengan penyebabnya. Jika kondisi ini disebabkan oleh faktor usia atau bawaan, mungkin tidak diperlukan pengobatan khusus. Dokter mungkin menjelaskan bahwa tidak perlu tindakan medis karena biasanya ptosis pada kasus ini tidak membahayakan kesehatan.


Jika Anda ingin mengatasi kelopak mata yang turun tanpa mengganggu penglihatan, pertimbangkanlah untuk menjalani operasi plastik. Namun, jika penurunan kelopak mata telah mempengaruhi penglihatan, ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengatasi kondisi ini, seperti:


1. Kacamata


Jika kelopak mata mengganggu penglihatan, perawatan medis mungkin diperlukan. Salah satu opsi yang dapat dipertimbangkan adalah penggunaan kacamata yang dapat menahan kelopak mata.


Penggunaan kacamata ini efektif terutama jika kelopak mata turun hanya sementara, sehingga Anda tidak perlu selalu mengenakannya. Kacamata juga disarankan jika operasi bukanlah pilihan yang sesuai untuk Anda.


2. Operasi Ptosis


Operasi ptosis dilakukan dengan menggunakan bius lokal. Sebelum menjalani operasi, pastikan untuk memberi tahu dokter tentang semua jenis obat yang sedang Anda konsumsi, termasuk resep obat, vitamin, dan suplemen. Penting juga bagi dokter untuk mengetahui apakah Anda sedang menggunakan aspirin atau obat pengencer darah. Operasi untuk mengatasi kondisi ini dibagi menjadi dua jenis:


1. Membuat bukaan di kulit kelopak mata atas: Prosedur ini membantu dokter menemukan otot kecil yang seharusnya mengangkat kelopak mata. Dokter kemudian memasang jahitan untuk mengencangkan otot tersebut dan mengangkat kelopak mata. Lalu sayatan pada kulit kelopak mata ditutup kembali dengan jahitan.


2. Melakukan seluruh operasi dari bagian bawah kelopak mata: Pada prosedur ini, kelopak mata dibalik, dan otot dikencangkan dari bagian bawah. Tidak ada sayatan kulit yang diperlukan untuk menjalankan jenis operasi ini.


Setelah operasi, dokter akan memberi petunjuk tentang cara merawat mata Anda. Disarankan untuk kembali ke dokter satu minggu setelah operasi agar hasilnya dapat diperiksa. Terkadang, kelopak mata mungkin masih sedikit terkulai atau tidak menutup sepenuhnya.


Jika hal ini terjadi, mungkin diperlukan perawatan tambahan. Namun, biasanya, kelopak mata akan berada dalam posisi yang lebih baik segera setelah operasi.


3. Bagi anak-anak yang mengalami ptosis, dokter mungkin merekomendasikan operasi untuk mencegah timbulnya amblyopia atau mata malas. Jika dokter menemukan bahwa penurunan kelopak mata pada anak Anda disebabkan oleh kondisi lain, pengobatan khusus akan direkomendasikan untuk mengatasi kondisi tersebut. Dengan demikian, penurunan kelopak mata dapat dihentikan.


*Baca Juga: Dokter Kecantikan Terdekat dari Lokasi Anda


Tempat Melakukan Operasi Ptosis


Jika Anda berencana menjalani operasi ptosis guna memperbaiki kondisi kelopak mata Anda. Anda dapat mempercayakan prosedur tersebut kepada tim medis yang berkompeten di The Clinic Beautylosophy. Dimana prosedur operasi ptosis akan ditangani secara langsung oleh dokter yang ahli dalam bidangnya.


Dengan melakukan operasi ptosis di The Clinic Beautylosophy, Anda dapat memperbaiki struktur kelopak mata Anda dengan aman dan mendapatkan hasil yang memuaskan. Silahkan hubungi tim kami untuk membantu mengatur jadwal janji temu dengan dokter kami.