Botox Kerutan Dahi, atau yang dikenal dengan suntik botox ini merupakan salah satu treatment anti penuaan yang dapat mengatasi garis-garis halus dan kerutan wajah, terutama di area dahi.

Prosedur dari treatment ini sendiri invasif, dengan menyuntikan cairan Botulinum toksin yang aman dan efektif. Disuntikkan pada wajah dengan dosis tertentu.


Suntik botox kerutan dahi dengan dosis kecil, mampu menyingkirkan kerutan di dahi tanpa efek samping berarti. Botulinum toksin bekerja dengan cara melemaskan otot pada wajah dan dapat menghambat saraf tertentu untuk berkontraksi.


Otot wajah yang kaku ini yang sebenarnya membuat kerutan

Biasanya kerutan akibat ekspresi wajah seperti tersenyum, mengernyit, yang melibatkan gerak otot wajah. Suntik botox kerutan dahi diyakini dapat mengembalikan kulit wajah yang mulai mengendur, menjadi lebih kencang dan terlihat lebih muda.


Walau treatment ini dikenal dengan hasilnya yang instant sekaligus aman untuk mengatasi kerutan Anda, masih ada beberapa mitos yang berkembang di masyarakat mengenai suntik botox kerutan dahi. Untuk itu, sebelum anda menjadi skeptis, terlebih dahulu kita bahas satu-satu mengenai mitos botox kerutan dahi.


#1 Wajah Terus Terasa Kaku

Ini tidak benar. Cara kerja Botulinum toksin adalah melemaskan otot pada wajah Anda. Suntikannya hanya memengaruhi otot di sekitar titik area yang disuntik, dan sama sekali tidak memengaruhi keseluruhan wajah. Setelah itu akan normal lagi.


#2 Suntik Botox Bisa Memberi Hasil Permanen

Botox kerutan dahi dikatakan dapat menjadi solusi permanen untuk se-kali treatment. Setelahnya, kerutan wajah tidak akan muncul kembali. Hal ini tidak dibenarkan! Jelas tidak ada solusi perawatan yang sifatnya benar-benar permanen. Efek dari suntik botox kerutan dahi tersebut dapat bertahan selama tiga bulan sampai empat bulan saja, dan dapat hilang dengan sendirinya seiring waktu.


#3 Suntik Botox Kerutan Dahi Hanya Untuk Wanita Lansia

Salah.

Botox bukanlah perawatan wajah khusus lansia. Sebenarnya, selain untuk perawatan kecantikan dan estetik, Botox juga dapat digunakan sebagai prosedur dengan alasan medis untuk membantu mengobati kondisi hiperhidrosis, migrain, kedutan di mata, hingga masalah saluran kemih.


#4 Botox di Wajah Berbahaya

Ini tidak benar. Botox justru disetujui sebagai prosedur aman untuk tujuan estetik dan kondisi-kondisi medis tertentu. Faktanya, botox ini pertama kali mendapatkan persetujuan FDA (Food and Drug Administration) pada tahun 1989 untuk mengatasi masalah medis tertentu. Kemudian, pada tahun 2002 barulah disetujui sebagai perawatan kecantikan. Setelah itu, botox diketahui dan lebih dikenal untuk membantu memperbaiki tampilan agar terlihat awet muda, dan menjadi populer. Suntik botox adalah treatment yang aman jika ditangani oleh dokter ahli kecantikan dan estetik. Selalu pilih klinik kecantikan yang memang sudah mengantongi pelayanan terbaik dan berlisensi untuk keamanan Anda.


#5 Botox dapat Menjadi Racun Bagi Tubuh

Tidak benar, bahwa perlu untuk Anda ketahui, botulinum toksin ini digunakan dan telah sesuai prosedur medis. Cairan botulinum toksin telah dimurnikan dan melalui berbagai proses aman untuk menghilangkan kadar racun yang ada. Dokter dan tenaga medis telah mengetahui prosedur dan dosis yang tepat untuk penggunaannya.


#6 Botox Dapat menyebabkan Botulisme

Botulisme, atau keracunan makanan adalah kondisi yang disebabkan suntikan botox yang berpengaruh ke sistem saraf pusat. Suntikan ini terbuat dari botulinum toksin yang telah dimurnikan, jadi cairannya tidak akan menyebar dan tetap berada di area yang disuntikan.


#7 Botox Bikin Ketergantungan

Suntikan botox tidak memiliki atau tidak ditemukannya kandungan adiktif. Ada beberapa orang yang lumayan sering, bahkan terbilang rutin melakukan suntik botox di wajah berulang kali dikarenakan efek instant-nya yang bisa membuat orang terlihat lebih muda dengan tampilan kulit kencang dan moist.

 



Apakah Botox sama dengan Filler?

Masih banyak yang beranggapan bahwa botox dan filler itu sama.

Meski sama-sama memiliki efek hasil instant untuk tampilan wajah awet muda lewat metode injeksi, namun suntik botox dan filler sebenarnya merupakan jenis perawatan dengan tujuan yang berbeda-beda

Suntik botox kerutan dahi memiliki tujuan untuk mengatasi kerutan yang muncul akibat kerja otot wajah yang mengelola ekspresi di wajah kita. Sementara itu, filler digunakan untuk mengisi atau mengoreksi bagian-bagian di wajah seperti hidung, bibir, dagu, dan lainnya yang ingin lebih ditonjolkan agar terlihat sempurna dan harmonis.

 

Jenis-jenis Suntik Botox

-Baby botox

Sesuai dengan namanya, suntikan baby botox ini merupakan jenis botox yang digunakan untuk mencegah tanda-tanda penuaan di kulit. Suntikan Baby botox umumnya digunakan dengan dosis yang lebih kecil. Sehingga didapatkan hasil yang natural tanpa ada perubahan yang cukup drastis. Baby botox dapat mengatasi kerutan-kerutan halus yang ada, dan mampu bertahan hingga 3 bulan.


-Blow Tox

Blow tox merupakan perawatan botox yang dianjurkan untuk masalah hiperhidrosis, atau kondisi keringat berlebih. Biasanya berkeringat di kulit kepala. Blow Tox digunakan dengan cara menyuntikkan cairan botox ke kulit kepala.


Kulit kepala yang sering lembab karena keringat dapat menimbulkan masalah, seperti misalnya kerontokan. Jenis botox yang satu ini lebih bertahan lama dibandingkan baby botox yaitu hingga 3 - 5 bulan. Kemungkinan untuk melakukan re-touch bisa dilakukan lebih dari 2 kali dalam setahun.


-Suntik Botox Pria

Botox untuk pria sebenarnya sama dengan jenis suntik botox kerutan dahi pada umumnya. Namun biasanya area yang disuntikan lebih disesuaikan dengan permintaan, dan cenderung berbeda spot dengan yang biasa di-request oleh kebanyakan orang. Biasanya, pria lebih memilih disuntik botox di area rahang, pipi, dan tentu pelipis. Tentu saja fungsinya sama, untuk mengurangi kerutan. Sudah banyak pria yang melakukan suntik botox ini untuk menunjang penampilan mereka.

 

Yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan setelah Suntik Botox

Kerutan wajah tidak mungkin langsung hilang begitu saja di hari yang sama ketika Anda melakukan perawatan dengan botox ini. Efeknya akan terlihat optimal di hari kelima, atau satu minggu setelah tindakan.

Setelah prosedur, dokter menganjurkan untuk tidak menyentuh secara berlebihan di area yang baru disuntik botox. Sebab, jika terlalu sering disentuh atau dikucek-kucek, ditakutkan dapat mengakibatkan cairan botox menyebar ke area wajah yang lain. Selain itu, jangan tidur dengan posisi tengkurep karena posisi ini dapat menekan bagian wajah Anda. Ada baiknya juga untuk menghindari aktivitas berat seperti latihan fisik dan berolahraga, kira-kira selama seminggu penuh.

Agar suntik botox ini dapat bertahan lama, disarankan untuk tidak melakukan olahraga intens, dan menghindari melakukan treatment kecantikan dengan radiofrekuensi


 


Apakah Semua Klinik Kecantikan di Jakarta dapat Memberi Hasil Akhir Terbaik dengan Botox ?

Untuk urusan perawatan Botox ini, yang bisa memberikan hasil akhir paling memuaskan dan tentu aman hanyalah di klinik kecantikan yang tepat. Klinik kecantikan tersebut berada di The Clinic Beautylosophi, di jalan. Abdul Majid Raya, Cipete No.40C, RT.7/RW.2, Cipete Selatan., Kec. Cilandak, Jakarta Selatan.


Bisa juga dengan menghubungi hotline kami di nоmоr 0812 1200 000, dan booking konsultasi sekarang untuk melakukan perawatan suntik botox kerutan dahi