Apa fungsi sel darah merah dalam tubuh? Di dalam tubuh manusia mengalir jaringan pembuluh darah untuk memasok zat-zat penting seperti hormon, oksigen, dan gula ke seluruh tubuh. Komponen penting dalam darah yang bertanggung jawab untuk mengangkut oksigen adalah eritrosit yang juga dikenal sebagai sel darah merah.


Eritrosit memainkan peran penting dalam sistem peredaran darah dengan memastikan setiap sel, jaringan, dan organ tubuh menerima suplai oksigen yang cukup. Untuk lebih memahami peran eritrosit dalam menjaga kesehatan tubuh, penting untuk mempelajari fungsi sel darah merah di dalam tubuh.


Penyakit kelainan darah yang pengaruhi sel darah merah dan putih - ANTARA News Kalimantan Tengah - Berita Terkini Kalimantan Tengah


Apa itu Sel Darah Merah?


Darah terdiri dari dua jenis komponen, yaitu komponen cair yang disebut plasma dan komponen padat. Plasma mengandung protein, garam, dan air, sementara komponen padat terdiri dari tiga jenis sel, yaitu sel darah putih (leukosit), sel darah merah (eritrosit), dan trombosit (keping darah/platelet).


Eritrosit adalah jenis sel darah yang dominan dalam sistem peredaran darah manusia. Sel ini dihasilkan di sumsum tulang melalui proses yang disebut erythropoiesis. Bentuk eritrosit mirip dengan koin yang cekung di kedua sisinya dan tidak memiliki inti sel.


Eritrosit memiliki elastisitas yang memungkinkannya berubah bentuk menjadi lebih kecil saat melewati kapiler darah kecil. Eritrosit mampu bertahan sekitar 120 hari atau empat bulan. Setelah itu, eritrosit akan mengalami kerusakan dan dipecah di organ limfa, kemudian digantikan dengan eritrosit baru.


Biasanya, dalam eritrosit terdapat sekitar 1-2% retikulosit, yaitu eritrosit yang belum matang. Eritrosit juga mengandung hemoglobin yang berfungsi penting dalam mengikat oksigen, memberikan warna merah pada darah, dan membentuk bulatan pada keping darah. Ketika sudah matang, eritrosit akan mengalir ke seluruh tubuh untuk mengangkut oksigen.


*Baca Juga: Kelenjar Tiroid dan Fungsinya Bagi Kesehatan


Fungsi Sel Darah Merah dalam Tubuh


Dilansir dari laman Pustaka Universitas Padjadjaran (Unpad), fungsi sel darah merah adalah untuk mengangkut hemoglobin yang kemudian membawa oksigen dari paru-paru ke jaringan tubuh. Selain tugas utama tersebut, fungsi sel darah merah juga memiliki peran lain, yaitu:


1. Membentuk oksihemoglobin, yang kemudian bersirkulasi bersama aliran darah ke seluruh tubuh.

2. Mentransportasi karbon dioksida dari jaringan tubuh ke paru-paru.

3. Menjaga keseimbangan asam basa dalam tubuh.

4. Mengandung banyak karbonik anhidrase, yang berfungsi sebagai katalisator dalam reaksi antara karbon dioksida dan air, meningkatkan kecepatan reaksi bolak-balik tersebut ribuan kali lipat.


Perbedaan Jumlah Eritrosit antara Laki-laki dan Perempuan

Setelah mengetahui fungsi sel darah merah, Anda juga perlu mengetahui perbedaan jumlah eritrosit atau sel darah merah antara laki-laki dan perempuan. Pada umumnya, seorang laki-laki dewasa memiliki sekitar 25 triliun sel darah merah dalam darahnya, dengan jumlah sekitar 5 juta sel darah merah per milimeter kubik (1 mm3) darah.


Sementara itu, perempuan dewasa memiliki sekitar 4,5 juta sel darah merah per milimeter kubik darahnya. Seperti yang telah disebutkan bahwa sel darah merah memiliki umur sekitar 120 hari. Setelah itu, sel darah merah yang rusak diregenerasi di dalam hati. Hemoglobin diubah menjadi zat warna empedu atau bilirubin di hati.


Zat besi yang dihasilkan dari proses perombakan tersebut masih dapat digunakan kembali untuk pembentukan sel darah merah baru. Proses pembuatan sel darah merah terjadi di dalam sumsum merah yang terletak di tulang pipih dan tulang pendek.


*Baca Juga: Jika Selaput Dara Robek Apa yang Akan Terjadi?


Faktor yang Mempengaruhi Jumlah Eritrosit


Jumlah sel darah merah dalam tubuh manusia dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan peningkatan kadar eritrosit meliputi:


1. Penyakit jantung bawaan (kongenital).

2. Gagal jantung.

3. Polisitemia vera (produksi eritrosit yang berlebihan oleh sumsum tulang).

4. Hipoksia (kadar oksigen rendah dalam darah).

5. Tumor ginjal.

6. Paparan karbon monoksida.

7. Penggunaan obat penambah energi atau terapi hormon.


Disisi lain, ada beberapa kondisi medis yang dapat menyebabkan kadar eritrosit rendah, termasuk:

1. Kegagalan sumsum tulang.

2. Leukemia.

3. Perdarahan eksternal atau internal.

4. Anemia.

5. Malnutrisi.

6. Kanker sel plasma (multiple myeloma) di sumsum tulang.

7. Hemolisis (kerusakan eritrosit)

8. Kehamilan.

9. Penyakit tiroid.


*Baca Juga: Selaput Dara Seperti Apa? Mitos dan Faktanya!


Gejala Gangguan pada Sel Darah Merah


Sel Darah Merah memegang peranan vital dalam fungsi tubuh manusia. Gangguan pada sel darah merah dapat mengakibatkan disfungsi organ tubuh. Oleh karena itu, penting untuk mengenali gejala gangguan sel darah merah guna menangani kondisi tersebut dengan lebih tepat. Beberapa gejala yang mungkin muncul ketika kadar eritrosit tinggi adalah:


1. Nyeri sendi dan kelelahan.

2. Sesak napas.

3. Gangguan tidur.

4. Kulit gatal, terutama setelah mandi.

Sementara itu, jika kadar eritrosit dalam tubuh rendah, gejala yang mungkin timbul meliputi:

1. Nyeri kepala.

2. Kulit yang lebih pucat.

3. Kelelahan.

4. Sesak napas.

5. Pusing dan lemas.

6. Peningkatan denyut jantung.


*Baca Juga: Berikut Ini Ciri-Ciri Selaput Dara Masih Utuh


Cara Mengatasi Gangguan Sel Darah Merah


Selain memperhatikan beberapa gejala di atas, gangguan atau kelainan pada eritrosit dapat didiagnosa melalui pemeriksaan darah. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan kadar sel darah merah yang tinggi, dokter biasanya akan merekomendasikan pengobatan seperti phlebotomy.


Phlebotomy merupakan prosedur yang dilakukan dengan menyuntikkan jarum ke pembuluh darah untuk mengalirkan darah ke dalam tabung atau kantong. Proses ini mungkin perlu diulang beberapa kali hingga kadar eritrosit kembali normal atau mendekati normal.


Selain itu, dokter juga mungkin meresepkan obat hidroksiurea untuk memperlambat produksi eritrosit. Pengobatan ini memerlukan pemantauan rutin oleh dokter serta pemeriksaan darah untuk memastikan kadar eritrosit tetap stabil.


Namun, bagaimana jika kadar eritrosit rendah? Apabila jumlah sel darah merah rendah, maka bisa diperbaiki dengan mengonsumsi makanan yang meningkatkan produksi darah, seperti:


1. Makanan yang mengandung tembaga tinggi, seperti daging unggas, kacang-kacangan, dan kerang.

2. Makanan kaya zat besi, seperti ikan dan daging.

3. Makanan yang kaya akan vitamin B2, seperti daging, gandum, dan telur.



Tempat Perawatan Kecantikan Terbaik


Bagi Anda yang tengah mencari klinik kecantikan terbaik untuk melakukan perawatan kecantikan dengan hasil yang memuaskan, The Clinic Beautylosophy hadir sebagai solusi yang tepat. Dengan kombinasi yang unik antara teknologi terkini, layanan yang berkualitas tinggi, serta tim dokter profesional yang berpengalaman.


Selain itu, kami juga menyediakan beragam treatment yang disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi Anda. Mulai dari perawatan estetika, bedah plastik, perawatan gigi hingga perawatan rambut. Menjadikan The Clinic Beautylosophy sebagai pilihan utama Anda untuk meraih kecantikan yang sempurna adalah keputusan yang tepat.


Kami berkomitmen untuk memberikan Anda hasil yang memuaskan dan membuat Anda merasa percaya diri. Untuk konsultasi dan menjadwalkan perawatan kecantikan Anda, silahkan hubungi kami sekarang. Kami pastikan Anda akan mendapatkan layanan dan pelayanan yang memuaskan!


Referensi:

https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/apa-itu-eritrosit

https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-6435829/sel-darah-merah-berfungsi-untuk-apa-saja-ini-jawabannya