Jenis jenis jerawat harus diketahui supaya Anda tidak salah langkah dalam mengobatinya. Jerawat atau juga dikenal sebagai acne vulgaris merupakan masalah kulit yang disebabkan oleh peradangan pada kelenjar pilosebasea, yang dapat menghasilkan komedo, kista, papul, atau pustul. Kondisi ini tidak hanya mempengaruhi penampilan fisik, tetapi juga dapat merusak kepercayaan diri seseorang.


Jerawat terjadi ketika produksi minyak berlebih dan penumpukan sel kulit mati menyumbat pori-pori, yang kemudian menyebabkan jerawat muncul. Selain mengganggu penampilan, jerawat juga dapat meninggalkan bekas luka yang sulit dihilangkan. Oleh karena itu, Anda perlu tahu jenis jenis jerawat dan penyebabnya sehingga Anda dapat mengatasinya dengan cara yang tepat.


Ini 7 Penyebab Jerawat Badan yang Wajib Lo Ketahui


Jenis Jenis Jerawat dan Penyebabnya


Meskipun kebanyakan orang mengasosiasikan jerawat dengan benjolan kecil berwarna merah yang muncul di kulit, terutama di wajah. Sebenarnya ada berbagai jenis jenis jerawat, seperti komedo hitam, putih, papula, jerawat batu, dan lainnya.


Setiap jenis jerawat memerlukan pendekatan pengobatan dan perawatan yang berbeda. Beberapa jenis jerawat mungkin bisa diatasi dengan obat jerawat yang tersedia secara bebas di pasaran. Namun, ada jenis jerawat lain yang dapat menyebabkan stres dan memerlukan penanganan oleh dokter kulit karena tingkat keparahannya.


Oleh karena itu, penting untuk mengenali jenis jenis jerawat agar Anda dapat memberikan perawatan yang sesuai, berikut penjelasannya:


1. Jerawat Whiteheads


Whiteheads atau komedo putih adalah salah satu jenis jerawat yang sering muncul di kulit. Mereka biasanya merupakan tahap awal sebelum jerawat sepenuhnya terbentuk. Komedo putih terbentuk ketika pori-pori tersumbat dan menyebabkan benjolan kecil berwarna putih atau berwarna daging.


Salah satu penyebab umum munculnya komedo putih adalah perubahan hormon, terutama selama masa pubertas dan menstruasi, di mana produksi sebum atau minyak oleh pori-pori meningkat. Hal ini menyebabkan pori-pori tersumbat dan memicu pembentukan komedo putih.


Untuk mengatasi komedo putih, dapat dilakukan dengan melakukan pengelupasan kulit (exfoliation). Pilihlah produk yang mengandung bahan-bahan seperti salisilat dan glikolat untuk membantu membersihkan pori-pori secara efektif. Selain itu, penting juga untuk mengurangi konsumsi susu, gula, dan karbohidrat sederhana, karena hal ini dapat mempengaruhi kondisi kulit.


2. Jerawat Blackheads


Jenis jenis jerawat yang sering muncul pada kulit wajah adalah blackheads atau komedo hitam, yang merupakan benjolan kecil berwarna hitam yang biasanya muncul di area hidung. Kondisi ini terjadi ketika pori-pori tersumbat oleh campuran sebum dan sel kulit mati. Pada komedo hitam, bagian atas pori tetap terbuka, meskipun bagian bawahnya tersumbat, sehingga terbentuklah karakteristik warna hitam yang terlihat di permukaan.


Berbeda dengan jerawat pada umumnya, komedo hitam tidak menyebabkan rasa sakit atau kemerahan pada kulit. Komedo hitam, atau yang sering disebut sebagai jerawat ringan, tidak menyebabkan peradangan. Ada beberapa faktor yang dapat memicu munculnya komedo hitam, mulai dari kurang menjaga kebersihan wajah hingga penggunaan obat-obatan tertentu.


Untuk mengatasi komedo hitam, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter guna mendapatkan penanganan yang tepat. Komedo hitam juga dapat muncul di daerah yang sering mengalami gesekan, seperti dagu atau garis rahang.


3. Jerawat Papula


Jerawat papula adalah salah satu jenis jerawat yang umum muncul pada kulit wajah. Papula merupakan jenis jerawat yang terbentuk di bawah permukaan kulit. Ketika diraba, jerawat ini terasa sebagai tonjolan padat yang menyebabkan nyeri ringan. Area di sekitar tonjolan cenderung bengkak dan kemerahan, namun tidak memiliki titik nanah pada permukaannya.


Jerawat papula muncul akibat kerusakan pada dinding pori-pori kulit yang disebabkan oleh peradangan yang cukup parah. Hal ini mengakibatkan pembentukan pori-pori yang keras dan tersumbat yang terasa lunak ketika disentuh. Kulit di sekitar pori-pori ini biasanya menunjukkan tanda-tanda kemerahan. Karena sifatnya ini, jerawat papula juga dikenal sebagai jenis jerawat inflamasi.


4. Jerawat Batu (Kistik)


Jerawat batu atau kistik juga merupakan salah satu jenis yang umum. Jerawat batu terbentuk di kedalaman lapisan kulit. Hal ini dapat disebabkan oleh penyumbatan pori-pori karena campuran bakteri, sebum, dan sel kulit mati. Akibatnya, muncul benjolan merah besar, bertekstur lunak karena berisi nanah, yang sangat sensitif dan menyakitkan ketika disentuh.


Benjolan merah atau putih yang besar ini sering terasa sakit ketika disentuh. Jerawat batu merupakan jenis jerawat terbesar yang umumnya terjadi akibat infeksi yang parah. Jerawat jenis ini juga paling mungkin untuk menyisakan bekas luka.


*Baca Juga: Penyebab Jerawat di Alis dan Cara Mengatasinya


5. Jerawat Pustula


Jerawat pustula merupakan jenis jerawat lain yang sering ditemui pada kulit wajah. Jerawat ini ditandai dengan benjolan yang lebih besar dan berisi nanah. Dasar benjolan tersebut biasanya berwarna kemerahan, sementara bagian puncaknya tampak berwarna putih atau kekuningan dan lebih menonjol karena nanah yang terakumulasi di dalamnya.


Jerawat pustula muncul ketika bakteri menginfeksi sumbatan pori-pori kulit, atau ketika dinding di sekitar pori-pori mengalami kerusakan. Berbeda dengan jerawat papula, jerawat pustula mengandung nanah di dalamnya. Benjolan ini biasanya terangkat di atas permukaan kulit dan cenderung berwarna merah. Kepala kuning atau putih yang terbentuk di atasnya adalah ciri khas jerawat pustula.


6. Jerawat Nodul


Jenis jenis jerawat yang sering muncul pada kulit wajah selanjutnya adalah jerawat nodul. Nodul terbentuk saat pori-pori yang tersumbat mengalami iritasi yang lebih lanjut dan membesar. Ini merupakan jenis jerawat inflamasi yang terbentuk di lapisan kulit yang lebih dalam dan sering kali menyebabkan rasa sakit.


Nodul lebih dalam di bawah kulit dibandingkan dengan pustula dan papula. Karena nodul begitu dalam di dalam kulit, penanganan medis biasanya diperlukan untuk membersihkannya. Setelah nodul mereda, seringkali bekas jerawat berwarna gelap akan muncul.


7. Jerawat Conglobata


Jerawat conglobata adalah salah satu jenis jerawat yang sering muncul pada kulit wajah. Ini serupa dengan jerawat nodul yang meradang. Biasanya lebih sering dialami oleh laki-laki pada masa pubertas dan usia dewasa muda.


Beberapa penyebab jerawat conglobata termasuk kelebihan hormon testosteron, penggunaan obat steroid, dan kondisi autoimun. Jerawat jenis ini sangat mengganggu karena dapat menyebabkan noda bekas jerawat yang cenderung kehitaman di kemudian hari. Langkah yang dianjurkan untuk mengatasi jerawat conglobata adalah dengan berkonsultasi dengan dokter guna mendapatkan pengobatan yang sesuai untuk mengurangi peradangannya secara efektif.


8. Jerawat Pasir


Jenis jerawat yang sering muncul pada kulit wajah selanjutnya adalah jerawat pasir. Jerawat pasir atau bruntusan merupakan jerawat bintik kecil yang masih dalam tahap perkembangan awal. Meskipun biasanya tidak terlalu terlihat, namun terasa ketika disentuh. Bruntusan dapat berupa berbagai jenis jerawat, seperti pustula, komedo putih, dan papula. Umumnya, Anda mungkin hanya melihat satu atau dua benjolan.


Jerawat pasir umumnya dipicu oleh iritasi kulit yang disebabkan oleh penumpukan tekanan pada pori-pori, paparan panas, dan gesekan di kulit. Bila gesekan tersebut terus berlanjut, permukaan kulit dapat menjadi kasar dan jerawat pun dapat berkembang.


9. Jerawat Hormonal


Jerawat hormonal adalah jenis jenis jerawat yang sering muncul akibat kelebihan produksi minyak yang dipicu oleh hormon. Jika segera ditangani, jerawat hormonal tidak akan berbahaya. Jerawat ini sering terjadi pada wanita yang menggunakan pil kontrasepsi.


Penggunaan pil tersebut dapat menyebabkan jerawat karena perubahan hormonal. Untuk mengatasi jerawat hormonal, co-cyprindiol adalah salah satu perawatan hormonal yang dapat membantu mengatasi jerawat. Namun, beberapa jenis jerawat mungkin tidak merespon terhadap antibiotik.


10. Jerawat Fulminans


Jerawat fulminans merupakan salah satu bentuk langka dari jerawat kistik yang parah dan biasanya terjadi pada remaja laki-laki dengan ciri khas tertentu. Jerawat ini ditandai dengan munculnya nodul dan plak yang meradang dengan luka terbuka. Pengobatan jerawat ini seringkali memerlukan penggunaan isotretinoin, steroid sistemik oral, dan obat sistemik lainnya.


*Baca Juga: Cara Menghilangkan Bopeng Bekas Jerawat dengan Cepat


11. Jerawat T-zone


Jerawat T-zone adalah salah satu jenis jenis jerawat yang sering muncul di area T-zone wajah, yang meliputi dahi, hidung, dan dagu yang berbentuk seperti huruf T. Jerawat ini biasanya disebabkan oleh polusi. Di area T-zone, jerawat sering kali muncul dalam bentuk merah dan whitehead.


Untuk mengatasi jerawat ini, penting untuk menjaga kebersihan wajah secara teratur. Selain itu, penggunaan produk yang mengandung benzoyl peroxide, asam salisilat, dan retinoid juga dapat membantu mengurangi jerawat.


12 Jerawat Mechanica


Jerawat mechanica merupakan salah satu jenis jerawat yang sering muncul pada kulit wajah. Jerawat ini disebabkan oleh panas dan gesekan yang terjadi pada kulit. Biasanya muncul karena tekanan di kulit atau penggunaan perlengkapan olahraga atau pakaian olahraga basah, yang dapat meningkatkan iritasi dan produksi minyak berlebih.


Jerawat ini kadang-kadang dikenal sebagai jerawat yang dipicu oleh aktivitas fisik karena sering terjadi pada atlet. Cara mengatasi jerawat mechanica adalah dengan rutin membersihkan wajah dan menjaga kebersihan kulit. Hal yang paling penting adalah segera mandi setelah berolahraga.



Tempat Perawatan Jerawat Terbaik


Untuk mengatasi masalah jerawat, perawatan Laser Q-Switched Nd YAG merupakan pilihan yang efektif. Perawatan ini menggunakan laser dengan panjang gelombang yang bervariasi, termasuk 532 Nm, 660 Nm, 595 Nm, 1064 dan 1064 Qs. Selain mengatasi masalah jerawat, perawatan ini juga dapat meremajakan kulit dan mengurangi minyak berlebih. Dengan demikian, selain menangani jerawat, Anda juga dapat mengatasi masalah kulit lainnya dengan perawatan ini.


Perawatan ini dapat Anda lakukan di The Clinic Beautylosophy yang merupakan klinik kecantikan terlengkap dengan berbagai jenis layanan. Mulai dari perawatan estetika, perawatan rambut, perawatan gigi hingga bedah plastic. Klinik kecantikan kami memiliki dokter-dokter berpengalaman yang bersertifikasi di bidangnya masing-masing, sehingga dapat memberikan hasil yang memuaskan.


Jika Anda ingin menjadwalkan janji temu dengan dokter kami untuk melakukan perawatan Laser Q-Switched Nd YAG, jangan ragu hubungi kami sekarang. Kami siap memberikan layanan dan pelayanan yang memuaskan untuk Anda!


Referensi:

https://www.liputan6.com/hot/read/4582178/12-macam-macam-jerawat-yang-sering-muncul-pada-wajah-kenali-penyebab-dan-cara-mengatasinya?page=7